
Tetapi ada baiknya kita berusaha memahami mengapa terjadi reaksi yang berbeda dari kedua kelompok mahasiswa tersebut. Mahasiswa dari negara maju melihat bahwa dengan adanya globalisasi, kesempatan karir mereka akan semakin luas. Melalui perusahaan perusahaan internasional yang memiliki anak-anak perusahaan di berbagai negara memberikan ruang yang semakin luas bagi kemungkinan diserapnya mereka dalam perusahaan itu.
Keyakinan diri untuk dapat diterima di perusahaan internasional cukup besar karena berbagai alasan, selain tidak terkendalanya kelompok ini dengan bahasa pengantar internasional, yaitu bahasa inggris, mereka juga lebih banyak memperoleh pengetahuan dan menimba pengalaman dari perusahaan perusahaan internasional tersebut.
Rekan mereka, mahasiswa yang berasal dari negara berkembang melihat globalisasi ini sebagai ancaman. Rasa nasionalisme untuk melindungi industri nasional melatar belakangi pemikiran ini. Perlu perlindungan, karena memang kemungkinan besar industri nasional dapat dikatakan baru berjalan, belum mapan, belum memiliki kekuatan finansial yang cukup, belum mampu berproduksi seefisien mungkin serta keterbatasan dalam menjangkau pasar. Akibatnya, serbuan produk dari luar negeri dengan kualitas bersaing dan harga lebih murah akibat kemampuan efisiensi berproduksi bila tidak dilindungi dengan kebijakan pemerintah, akan sangat berpotensi mematikan industri nasional.
Terlepas dari pro kontra terhadap globalisasi. Peran teknologi dewasa ini memaksa semua orang untuk berkompetisi secara global. Derasnya arus informasi yang dapat diakses dan tersebar secara luas dari berbagai sumber melalui suatu jaringan yang disebut internet membuat orang harus berpikir kembali, mereview seluruh kebijakan dan rencana kegiatan atau proyek agar memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari fasilitas ini. Lihat artikel sebelumnya tentang potensi besar internet.
Bagaimanapun juga industri industri baru akan timbul. Muncul akibat adanya tantangan-tangangan dan ancaman-ancaman baru. Industri yang mungkin belum pernah kita bayangkan sebelumnya. Dunia akan terus berjalan, dan peluang tentunya akan selalu tetap ada. Tentunya bila kita cukup kreatif meresponsnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar